Category: Uncategorized

  • Abah Anton Charliyan: Jejak Panjang dari Reserse, Kapolda Jabar hingga Pengabdian Budaya Sunda

    BANDUNG — Nama Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., yang akrab disapa Abah Anton, memiliki rekam jejak panjang di institusi Polri. Kariernya membentang dari dunia reserse, jabatan kewilayahan, Kepala Divisi Humas Polri, Kapolda Sulawesi Selatan hingga Kapolda Jawa Barat.

    Setelah memasuki masa purnatugas, perjalanan pengabdiannya berlanjut melalui politik dan kegiatan sosial-kebudayaan. Pada 2026, Anton dipercaya menjadi Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat periode 2026/2027.

    Dari Akpol 1984, Menapaki Dunia Reserse

    Anton merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1984. Ia kemudian mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan kepolisian, antara lain PTIK, Sespim, Sespati dan Lemhannas.

    Karier awalnya banyak bersentuhan dengan fungsi reserse. Pengalaman tersebut kemudian membawanya menangani sejumlah perkara yang mendapat perhatian publik.

    Pikiran Rakyat mencatat keterlibatannya dalam pengusutan kasus Marsinah pada 2000 dan kemudian perkara Munir ketika ia bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya. Pada 2003, Anton juga bertugas di Bareskrim Polri sebagai Kanit III Direktorat I Keamanan dan Kejahatan Transnasional.

    Catatan yang sama menyebut Anton telah menduduki 27 posisi jabatan sepanjang kariernya di kepolisian, dengan jabatan terakhir sebagai Wakalemdiklat Polri.

    Menjadi Kadiv Humas Polri

    Salah satu fase penting dalam karier Anton adalah ketika dipercaya menjadi Kepala Divisi Humas Polri.

    Pengalaman di bidang reserse dan komunikasi publik kemudian menjadi kombinasi yang penting dalam perjalanan kariernya. Setelah dari lingkungan Mabes Polri, Anton dipercaya menduduki jabatan kepala kepolisian daerah.

    Ia pernah menjadi Kapolda Sulawesi Selatan, sebelum kemudian ditugaskan memimpin Polda Jawa Barat.

    Kapolda Jawa Barat: Kembali ke Tanah Priangan

    Pada Desember 2016, Anton resmi menjadi Kapolda Jawa Barat, menggantikan Irjen Pol. Bambang Waskito. Sebelumnya, Anton pernah menjadi Kapolwil Priangan sehingga Jawa Barat bukan wilayah yang sama sekali asing baginya.

    Saat menerima amanah tersebut, Anton menyatakan akan melanjutkan program yang telah berjalan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Barat.

    Salah satu pendekatan yang dikenalkannya ketika memimpin Polda Jabar adalah konsep PDLTT — Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, Terstruktur dan Terukur.

    Memperkuat Kemitraan Polisi dan Masyarakat

    Salah satu hal yang cukup menonjol dalam kepemimpinannya adalah upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat.

    Pada 2017, Polda Jabar memberikan penghargaan Honorary Police kepada sejumlah tokoh Jawa Barat yang dinilai memiliki kontribusi terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Dokumentasi Pemprov Jawa Barat mencatat penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh pemerintahan, TNI, kejaksaan, peradilan, agama, adat, pendidikan, pemuda dan media.

    Pendekatan tersebut memperlihatkan perhatian Anton terhadap konsep kemitraan polisi dengan masyarakat, bukan semata-mata pendekatan penegakan hukum.

    Penanganan Teror Bom Cicendo

    Pada masa Anton menjabat Kapolda Jabar, wilayah Bandung menghadapi salah satu peristiwa keamanan yang mendapat perhatian nasional, yakni teror bom panci di kawasan Cicendo pada Februari 2017.

    Sebagai Kapolda, Anton menjadi salah satu pejabat yang memberikan keterangan mengenai penanganan perkara tersebut. Polda Jabar kemudian memberikan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi dalam penanganan kasus tersebut. Dokumentasi Pemprov Jabar mencatat sebanyak 35 personel Polda Jabar menerima penghargaan terkait penanganan kasus bom panci Cicendo.

    Tanda Jasa Selama Pengabdian

    Rekam jejak Anton juga ditandai dengan sejumlah penghargaan kedinasan.

    Pikiran Rakyat mencatat antara lain:

    Satyalancana Dwidja Sistha — 2014

    Bintang Bhayangkara Nararya — 2014

    Bintang Bhayangkara Pratama — 2016

    Penghargaan tersebut merupakan bagian dari catatan formal pengabdiannya selama berkarier di institusi Polri.

    Dari Polisi Menjadi Tokoh Budaya

    Setelah mengakhiri karier di kepolisian, Anton memasuki babak baru.

    Perhatian terhadap budaya Sunda semakin terlihat dalam aktivitas publiknya. Transformasi tersebut menarik karena sebelumnya ia menjalani puluhan jabatan di lingkungan kepolisian, sementara setelah pensiun ia semakin banyak tampil dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

    Pada 2026, Gubernur Jawa Barat melalui SK Nomor 430/Kep.120-Disparbud/2026 tanggal 6 Maret 2026 menetapkan Anton sebagai Ketua Umum merangkap anggota Majelis Adat Sunda Jawa Barat periode 2026/2027.

    MASDA sendiri mempunyai tugas antara lain menampung aspirasi masyarakat adat dalam rangka pelestarian budaya di kampung adat, melakukan koordinasi dengan masyarakat adat, serta merumuskan rekomendasi pelestarian adat.

    Kampung Adat Menjadi Perhatian

    Dalam kapasitasnya sebagai Ketua MASDA, Anton pada Juli 2026 menyampaikan bahwa penguatan kampung adat menjadi salah satu agenda utama pelestarian budaya Sunda.

    Menurut pemberitaan yang memuat pernyataannya, pendekatan tersebut diarahkan pada penguatan budaya dari tingkat masyarakat dan kampung adat sebagai basis kehidupan budaya Sunda.

    Peran ini memperlihatkan kesinambungan lain dalam perjalanan Anton: ketika masih menjadi pejabat kepolisian, ia membangun kemitraan dengan tokoh adat dan masyarakat; setelah pensiun, ia kemudian masuk lebih jauh ke ruang kebudayaan.

    Dua Dunia Pengabdian

    Jika perjalanan panjangnya dipetakan, rekam jejak Abah Anton Charliyan dapat dilihat melalui dua fase besar.

    Pertama, fase Bhayangkara.
    Dimulai dari Akpol 1984, berkembang melalui fungsi reserse, berbagai jabatan kewilayahan, Mabes Polri, Kadiv Humas, Kapolda Sulawesi Selatan dan akhirnya Kapolda Jawa Barat.

    Kedua, fase pengabdian masyarakat dan budaya.
    Setelah purnatugas, Anton terlibat dalam politik dan kemudian semakin aktif dalam kegiatan sosial serta kebudayaan, hingga dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat.

    Dengan demikian, rekam jejak Anton bukan hanya berbicara tentang jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga tentang pergeseran bentuk pengabdian: dari tugas kepolisian dan keamanan menuju ruang sosial, adat dan kebudayaan.

    7 Catatan Prestasi yang Menonjol

    1. Lulusan Akpol 1984 dan menempuh berbagai pendidikan pengembangan kepolisian.
    2. Memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, termasuk keterlibatan dalam pengusutan perkara besar yang diberitakan secara luas.
    3. Menduduki 27 posisi jabatan dalam karier Polri, menurut catatan Pikiran Rakyat.
    4. Mendapat kepercayaan sebagai Kadiv Humas Polri dan Kapolda Sulawesi Selatan.
    5. Memimpin Polda Jawa Barat dan mengembangkan pendekatan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.
    6. Menerima sejumlah tanda jasa kepolisian, termasuk Bintang Bhayangkara Nararya dan Bintang Bhayangkara Pratama.
    7. Dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat 2026/2027, dengan agenda pelestarian adat dan penguatan kampung adat.

    Abah Anton Charliyan kini berada pada fase berbeda dalam perjalanan hidupnya. Seragam Bhayangkara memang telah dilepas, tetapi ruang pengabdiannya terus berlanjut—kali ini melalui masyarakat, adat dan kebudayaan Sunda.*

  • Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Jabar Tuai Apresiasi atas Respons Cepat Personel

    Pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jawa Barat mendapat apresiasi dari pihak yang merasakan langsung pelayanan dan pengamanan yang diberikan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

    Apresiasi tersebut disampaikan atas kinerja personel Satlantas, petugas pengawalan, serta seluruh anggota Polri yang terlibat dalam rangkaian pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026. Respons cepat personel di lapangan dinilai memberikan rasa aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung.
    “saya mengapresiasi dan memberikan apresiasi untuk Bapak-Bapak Satlantas, Bapak-Bapak pengawalan, Bapak-Bapak Polisi semua yang bertugas di kegiatan FIFA ASEAN Cup 2026. Responsnya sangat cepat, mereka merasa sangat satisfied sekali,” ungkap salah satu pihak yang menyampaikan apresiasi.

    Ia juga menyampaikan terima kasih atas pengamanan dan pengawalan yang diberikan, termasuk pengamanan di hotel tempat para pihak yang terlibat dalam kegiatan FIFA ASEAN Cup 2026 berada.
    “Terima kasih untuk pengamanan, pengawalan, pengamanan di hotel. Dan semoga ke depannya tetap ditingkatkan lagi,” ujarnya.

    Menanggapi apresiasi tersebut, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa jajaran Polda Jabar berkomitmen memberikan pelayanan dan pengamanan secara optimal dalam setiap kegiatan berskala nasional maupun internasional yang berlangsung di wilayah Jawa Barat.
    “Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada jajaran Polda Jabar. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam mendukung kelancaran dan keamanan FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

    Menurutnya, pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran pertandingan, tetapi juga mencakup pengawalan, keamanan lokasi penginapan, pengaturan lalu lintas, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan kondusif.
    “Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pihak yang terlibat maupun masyarakat. Kami akan terus meningkatkan responsivitas, koordinasi, dan pelayanan di lapangan agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tuturnya.

    Polda Jabar juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026, sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan aman serta memberikan pengalaman positif bagi para peserta, official, maupun masyarakat.
    Sukses selalu FIFA ASEAN Cup 2026.

    Polda Jabar siap menjaga dan merawat Jawa Barat melalui pelayanan serta pengamanan yang responsif, humanis, dan profesional.

  • Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H Sosok di Balik Strategi Komunikasi Polda Jabar

    Nama Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., semakin dikenal dalam dinamika komunikasi publik Kepolisian Daerah Jawa Barat. Sebagai Kabid Humas Polda Jabar, ia berada di posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepolisian kepada masyarakat sekaligus membangun hubungan kemitraan dengan insan pers.

    Kombes Pol.Hendra Rochmawan dipercaya menjabat Kabid Humas Polda Jabar sejak Maret 2025. Sebelum mendapat amanah tersebut, ia memiliki pengalaman panjang di lingkungan kepolisian, baik dalam penugasan kewilayahan maupun bidang kehumasan.

    Jejak karier Kombes Pol. Hendra tidak hanya berada di balik meja kehumasan. Sebelumnya, ia pernah mendapat penugasan di Polda Kalimantan Tengah, termasuk sebagai Kapolres Kapuas, Kapolres Palangka Raya dan Kepala SPN Polda Kalteng.

    Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum kemudian memasuki bidang komunikasi publik kepolisian.

    Saat menjabat Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol. Hendra juga aktif berinteraksi dengan kalangan media. Pengalaman di daerah tersebut kemudian berlanjut ketika ia mendapat penugasan di Divisi Humas Polri di tingkat Mabes.

    Di lingkungan Divhumas Polri, Kombes Pol. Hendra tercatat pernah menduduki posisi Kabag Pensat Ropenmas dan kemudian Kabagprodok RO Divhumas Polri.

    Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa bidang komunikasi dan informasi kepolisian bukan merupakan bidang baru bagi Hendra.

    Catatan lain dalam perjalanan kariernya adalah keikut sertaannya dalam Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVI Lemhannas RI tahun 2024.

    Pendidikan Lemhannas menjadi bagian dari pengembangan wawasan strategis bagi para peserta dari berbagai institusi negara.

    Bagi Kombes Pol. Hendra, pengalaman tersebut menjadi bagian penting sebelum kemudian dipercaya mengemban tugas sebagai Kabid Humas Polda Jabar.

    Sebagai Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra memiliki tanggung jawab penting dalam pengelolaan informasi publik kepolisian.

    Mulai dari penyampaian perkembangan penanganan perkara, kegiatan kepolisian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga membangun komunikasi dengan media dan masyarakat.

    Dalam sejumlah kegiatan, Kombes Pol. Hendra juga menekankan pentingnya informasi yang akurat, cepat dan dapat dipertanggung jawabkan.

    Perkembangan media digital membuat tugas Humas tidak lagi sekadar menyampaikan siaran pers. Humas dituntut mampu merespons perkembangan informasi di ruang publik, termasuk menghadapi informasi yang belum terverifikasi dan disinformasi.

    Kinerja Bidhumas Polda Jabar pada periode kepemimpinan Hendra juga mencatat sejumlah capaian.

    Pada Rakernis Humas Polri 2025, Bidhumas Polda Jabar memperoleh dua penghargaan, yaitu penghargaan terkait keaktifan manajemen arsip dokumentasi dan keaktifan Cipta Trending Topic Zona I.

    Kombes Pol. Hendra juga mengikuti rangkaian pengembangan kompetensi melalui e-learning kehumasan.

    Capaian tersebut merupakan penghargaan kepada institusi Bidhumas Polda Jabar, bukan penghargaan pribadi Kombes Pol. Hendra. Namun, capaian tersebut berlangsung ketika dirinya menjabat sebagai Kabid Humas.

    Catatan prestasi kembali muncul pada Rakernis Humas Polri 2026.
    Bidhumas Polda Jabar meraih tiga penghargaan, yakni:

    • Juara 1 Zona A kategori Cipta Trending Topic;
    • Juara 1 kategori E-Learning Portal Humas;
    • Juara 3 keaktifan pengiriman berita melalui SPIT/Media Hub.

    Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator capaian kerja bidang kehumasan Polda Jabar dalam pengelolaan informasi, komunikasi digital dan distribusi pemberitaan.

    Di luar aspek penghargaan, salah satu perhatian Hendra selama menjadi Kabid Humas adalah hubungan dengan media.

    Ia beberapa kali menghadiri kegiatan bersama organisasi dan komunitas wartawan serta mendorong hubungan kemitraan antara kepolisian dan pers.

    Bagi institusi kepolisian, media memiliki posisi penting sebagai salah satu kanal penyampaian informasi kepada masyarakat.
    Karena itu, komunikasi antara Humas dan wartawan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugasnya.

    Jika ditarik dalam garis perjalanan karier, Kombes Pol Hendra Rochmawan memiliki pengalaman di beberapa lini kepolisian.

    Mulai dari penugasan kewilayahan, memimpin satuan pendidikan, menjadi pejabat Humas Polda Kalteng, kemudian masuk ke Divhumas Mabes Polri, mengikuti pendidikan Lemhannas, hingga akhirnya dipercaya memimpin Bidhumas Polda Jawa Barat.

    Perjalanan tersebut menunjukkan pengalaman yang relatif panjang dalam dua ranah sekaligus: operasional kewilayahan dan komunikasi kepolisian.

    Kini, tantangan Kombes Pol. Hendra di Jawa Barat bukan hanya bagaimana informasi kepolisian tersampaikan dengan cepat, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dapat diterima masyarakat secara akurat, transparan dan mudah dipahami.

    Di tengah derasnya arus informasi digital, posisi Kabid Humas menjadi salah satu bagian penting dari wajah institusi kepolisian di ruang publik.

    Kombes Pol Hendra Rochmawan kini berada di garis depan komunikasi Polda Jabar menghubungkan institusi kepolisian, media dan masyarakat melalui informasi yang menjadi kebutuhan publik.

    Bandung, 27 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Pastikan Laga FIFA ASEAN Cup 2026 Aman, Wakapolda Jabar Turun Langsung Pantau Pengamanan di Jalak Harupat

    Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar melaksanakan kesiapsiagaan pengamanan pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

    Kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari Operasi Kepolisian Terpusat “Garuda Bakti 2026” dalam rangka mengamankan seluruh rangkaian penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Polda Jabar telah menyiapkan ribuan personel gabungan dengan pola pengamanan yang disesuaikan dengan situasi dan karakteristik setiap titik pengamanan.

    Pada pelaksanaan pengamanan hari pertandingan, Wakapolda Jabar bersama PJU melakukan pemantauan kesiapan personel dan situasi keamanan di kawasan stadion. Pengamanan meliputi area dalam stadion, akses keluar-masuk penonton, jalur pergerakan tim dan official, kawasan sekitar stadion, hingga pengaturan arus lalu lintas.

    Stadion Si Jalak Harupat pada Sabtu (26/9/2026) menjadi lokasi pertandingan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026, dengan laga Pakistan vs Thailand dan Vietnam vs Filipina.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan bersama PJU di lapangan merupakan bagian dari monitoring untuk memastikan pelaksanaan pengamanan berjalan sesuai rencana operasi.

    “Polda Jawa Barat berkomitmen memberikan pengamanan secara maksimal selama pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026. Personel telah ditempatkan sesuai ploting dan tugas masing-masing, baik di dalam stadion maupun pada akses dan kawasan sekitar stadion,” ungkap Hendra.

    Kombes Hendra juga mengimbau kepada seluruh penonton dan masyarakat yang hadir agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Penonton diminta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan panitia dan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan Stadion Si Jalak Harupat.

    “Kami mengajak seluruh suporter dan masyarakat untuk menjadi bagian dari terciptanya keamanan. Saksikan pertandingan dengan tertib, junjung sportivitas, dan jangan melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun kenyamanan bersama,” pungkasnya.

    Melalui Operasi Garuda Bakti 2026, Polda Jabar bersama panitia penyelenggara, steward, serta seluruh stakeholder terkait terus memperkuat sinergi guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di wilayah Jawa Barat.

    Bandung, 26 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Jabar

  • Polda Jabar Borong Penghargaan HUT Lalu Lintas ke-71, Raih Empat Juara 1

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat bersama jajaran Satlantas Polres berhasil menorehkan sejumlah prestasi pada rangkaian Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71 yang digelar di Ballroom Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026).

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum apresiasi terhadap kinerja, inovasi, serta pelayanan publik jajaran kepolisian lalu lintas dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan masyarakat.

    Dalam kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Jabar dan jajaran berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Salah satunya adalah Juara 1 Pelaksanaan Commander Wish Kakorlantas untuk Polda Type A, yang diraih oleh Polda Jabar.

    Prestasi lainnya diraih melalui Lomba Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Polda Type A, di mana Polda Jabar berhasil meraih Juara 1.
    IRSMS merupakan sistem yang dikembangkan Korlantas Polri untuk memantau, mengelola, serta menganalisis data kecelakaan lalu lintas secara terintegrasi, detail, dan real-time di seluruh wilayah Indonesia. Pemanfaatan sistem tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan serta peningkatan penanganan keselamatan lalu lintas.

    Tak hanya di tingkat Polda, prestasi juga ditorehkan jajaran kewilayahan. Polresta Cirebon Polda Jabar berhasil meraih Juara 1 Lomba IRSMS tingkat Polres/Polresta, sekaligus menunjukkan konsistensi jajaran Polda Jabar dalam mengoptimalkan pengelolaan data kecelakaan lalu lintas berbasis teknologi.

    Selanjutnya, Polda Jabar juga berhasil meraih Juara 1 Lomba iCELL Kategori 1. iCELL atau Informasi Cepat Lalu Lintas merupakan sistem digital berbasis teknologi informasi yang digunakan Korlantas Polri untuk mendata sidik dan selra kecelakaan lalu lintas secara cepat, transparan, dan akuntabel.

    Selain penghargaan dalam berbagai kategori perlombaan, Ditlantas Polda Jabar juga menerima Piagam Penghargaan atas dedikasi dan kreativitas yang tinggi dalam membangun citra positif Polantas, meningkatkan kepercayaan publik, serta mengedukasi masyarakat melalui pemanfaatan media sosial.

    “Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran Ditlantas Polda Jabar untuk terus menghadirkan pelayanan lalu lintas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.” ujar Kombes Hendra, Sabtu (26/9/2026)

    Berbagai penghargaan yang diraih juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras personel Ditlantas Polda Jabar dan jajaran dalam menjalankan tugas, menghadirkan inovasi, serta memberikan pelayanan publik di bidang lalu lintas secara profesional dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

    Momentum HUT Lalu Lintas ke-71 diharapkan semakin memperkuat semangat jajaran Polda Jabar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pemanfaatan teknologi, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya dalam bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

    Bandung, 26 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Jabar Himbau Pedagang di Sekitar Stadion Si Jalak Harupat Agar Tertib

    Pelaksanaan pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, jajaran kepolisian melaksanakan sosialisasi kepada para pedagang kaki lima yang beraktivitas di sekitar kawasan stadion.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (26/9/2026) bertempat di Jalan Raya Cipatik, sekitar area Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

    Polisi melakukan himbauan kepada para pedagang sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat pelaksanaan pertandingan. Para pedagang diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, serta turut menciptakan suasana yang kondusif selama berlangsungnya kegiatan olahraga.

    Melalui kegiatan tersebut, kepolisian mendorong para pedagang dan masyarakat di sekitar stadion untuk bersama- sama menjaga keamanan serta mendukung kelancaran penyelenggaraan pertandingan.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat, termasuk para pedagang di sekitar stadion, diperlukan dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib menjelang pertandingan.

    Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran para pedagang dan masyarakat sekitar terhadap pentingnya
    Kamtibmas semakin meningkat, sehingga pelaksanaan pertandingan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

    Bandung, 26 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polda Jabar : Jaga Ruang Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

    Polda Jabar siap memberikan pelayanan dan pengawalan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi pada 24 September 2026. Kehadiran personel di lapangan diarahkan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Polri mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, serta pengaturan yang terukur dengan melibatkan jajaran di kewilayahan dan unsur terkait sesuai kebutuhan di lapangan.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K, M.H mengatakan bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Kehadiran Polri diarahkan untuk melayani dan mengawal proses penyampaian aspirasi, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat lainnya tetap terlindungi.

    “Polri menghormati dan menjamin ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Kehadiran Polri adalah untuk melayani dan mengawal agar penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan hak masyarakat lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kamis (24/9/2026).

    Kombes Pol. Hendra mengatakan, ruang publik merupakan ruang bersama yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, menjalankan kegiatan ekonomi dan pemerintahan, hingga aktivitas sosial. Karena itu, penyampaian aspirasi dan aktivitas masyarakat lainnya perlu berjalan secara berdampingan dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

    “Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dan aspirasinya. Pada saat yang sama, ruang publik juga menjadi tempat masyarakat menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga agar hak menyampaikan pendapat dapat berjalan, tanpa mengganggu hak masyarakat lainnya,” katanya.

    Dalam rangka pelayanan penyampaian aspirasi pada Kamis (24/9/2026), Polda Jabar telah mematangkan kesiapan personel dan pola pelayanan di sejumlah lokasi kegiatan.
    Melalui persiapan tersebut, jajaran kepolisian menyamakan persepsi mengenai penempatan personel, pengawalan massa, komunikasi, pengaturan lalu lintas, hingga kendali operasi agar pelayanan di lapangan dapat menyesuaikan perkembangan situasi. Pengaturan lalu lintas juga disiapkan secara situasional untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan.

    Kombes Hendra menambahkan, pelayanan Polri tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan. Keseimbangan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ruang demokrasi sekaligus memastikan kehidupan masyarakat tetap berjalan.

    “Polri hadir untuk melayani seluruh masyarakat. Kepada saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi, kami memberikan ruang dan pelayanan agar dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib. Kepada masyarakat lainnya, kami juga memastikan aktivitas, mobilitas, pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan sosial tetap dapat berjalan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pelaksanaan penyampaian aspirasi membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Masyarakat yang menyampaikan pendapat diharapkan tetap menjaga ketertiban, mengikuti ketentuan yang berlaku, serta menghormati kepentingan masyarakat lainnya.

    “Demokrasi akan tumbuh dengan baik ketika ruang perbedaan dapat dikelola dengan saling menghormati. Karena itu, mari kita jaga bersama suasana yang aman, damai, dan tertib. Aspirasi dapat disampaikan dengan tegas, namun tetap dengan cara-cara yang bertanggung jawab dan menghormati hak warga negara lainnya,” ujar Kombes Hendra.

    Polri juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan dapat memperkeruh situasi. Setiap perkembangan di lapangan menjadi perhatian jajaran kepolisian dengan mengedepankan komunikasi serta langkah pelayanan yang disesuaikan dengan situasi.

    “Polri untuk Demokrasi berarti Polri hadir untuk melayani, mengawal, dan menjaga agar ruang demokrasi dapat digunakan masyarakat dengan baik. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memastikan penyampaian aspirasi maupun aktivitas masyarakat lainnya dapat berjalan secara aman, damai, tertib, dan nyaman,” tutup Kombes Hendra.

  • Pastikan Ketersediaan Aman, Satgas Pangan Polresta Bogor Kota Dampingi BAPANAS Cek Beras di Pasar

    KOTA BOGOR – Satgas Pangan Polresta Bogor Kota mendampingi Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Pusat melakukan pengecekan ketersediaan dan harga beras SPHP, beras medium, serta beras premium di Pasar Dewi Sartika dan Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Kamis (24/9/2026).

    Kegiatan tersebut turut melibatkan DKPP Kota Bogor, Disperindag Kota Bogor, dan Bulog Bogor dengan melakukan pemantauan terhadap sejumlah toko beras. Hasil pengecekan menunjukkan harga beras masih stabil dan ketersediaan stok dalam kondisi aman.

    Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam memastikan ketersediaan serta stabilitas harga pangan bagi masyarakat di wilayah Kota Bogor.

  • DVI Biddokkes Polda Jabar Ambil Data Ante Mortem dan Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Kapal Virgo 8

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jabar melaksanakan pengambilan data Ante Mortem (AM) dan sampel DNA pembanding dari keluarga korban kecelakaan Kapal Virgo 8 rute Surabaya–Banjarmasin.

    Dalam kegiatan tersebut, tim DVI Biddokkes Polda Jabar melakukan pengambilan data Ante Mortem serta sampel DNA pembanding dari keluarga korban sebagai bagian dari proses identifikasi korban kecelakaan.

    Pengambilan sampel DNA dilakukan menggunakan metode buccal swab terhadap dua anggota keluarga kandung dari korban atas nama Zaenal Walad Husen. Selanjutnya, sampel DNA yang telah diambil dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri pada Selasa, 22 September 2026, untuk proses pemeriksaan dan pencocokan lebih lanjut dalam rangka identifikasi.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan pengambilan data Ante Mortem dan sampel DNA pembanding merupakan bagian penting dalam proses identifikasi korban melalui prosedur DVI.
    “Pengambilan data Ante Mortem dan sampel DNA pembanding dari keluarga merupakan tahapan penting dalam proses identifikasi. Data tersebut akan menjadi bahan pembanding bagi tim DVI dalam memastikan identitas korban secara akurat dan sesuai dengan prosedur,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

    Ia menambahkan, Polda Jabar melalui Biddokkes terus mendukung proses identifikasi dengan melakukan pendataan dan pengambilan sampel dari keluarga korban secara profesional dan terukur.
    “Seluruh data dan sampel yang telah diperoleh selanjutnya dikirimkan kepada Bidang DVI Pusdokkes Polri untuk proses lebih lanjut. Kami memastikan setiap tahapan dilaksanakan secara cermat dan sesuai prosedur,” katanya.

    Dalam kegiatan tersebut, DVI Biddokkes Polda Jabar juga melaksanakan penyusunan laporan kegiatan serta dokumentasi, sebelum seluruh hasil dikirimkan kepada Bidang DVI Pusdokkes Polri.

    Hingga pelaksanaan kegiatan pada 22 September 2026, DVI Biddokkes Polda Jabar telah mengirimkan 17 berkas Ante Mortem (AM) dan 19 sampel DNA pembanding keluarga kepada Bid DVI Pusdokkes Polri.

    Kegiatan pengambilan data Ante Mortem dan sampel DNA pembanding keluarga korban di wilayah hukum Polres Karawang tersebut berlangsung dengan aman dan lancar.

  • Gempur Peredaran Narkoba, Polisi Ringkus 22 Tersangka dan Menyita Ribuan Obat Keras/Bebas Terbatas

    Menguatkan komitmen dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kuningan berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Kuningan sepanjang periode Juli hingga September 2026. Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 22 orang tersangka dari 12 kasus tindak pidana.

    Pengungkapan kasus tersebut dipaparkan dalam Konferensi Pers yang dipimpin langsung oleh jajaran Polres Kuningan. Dari total 22 tersangka yang berhasil diamankan, 6 orang di antaranya merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkoba. Rincian perkara serta tersangka yang berhasil diungkap meliputi 5 kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dengan 11 orang tersangka. Selain itu, petugas juga mengungkap 1 kasus tindak pidana obat keras dan psikotropika dengan 1 tersangka berinisial A.Y.S., serta 8 kasus tindak pidana obat keras/bebas terbatas (OKT) dengan 10 orang tersangka.

    Sebaran lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pengungkapan kasus tersebut tersebar di lima kecamatan, dengan rincian 4 kasus di Kecamatan Ciawigebang, 4 kasus di Kecamatan Cidahu, 3 kasus di Kecamatan Kuningan, 2 kasus di Kecamatan Cigugur, serta 1 kasus di Kecamatan Kalimanggis.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Dari hasil penindakan selama tiga bulan terakhir, Satresnarkoba Polres Kuningan menyita sejumlah barang bukti berupa 28 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor total 10,12 gram atau bernilai ekonomis sekitar Rp 15.000.000. Petugas juga menyita 34 butir psikotropika serta 7.273 butir obat keras/bebas terbatas dari berbagai jenis. Modus operandi yang digunakan para tersangka dalam menjalankan aksinya dilakukan melalui sistem tempel menggunakan peta lokasi maupun transaksi langsung secara tatap muka (COD).

    Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa penindakan tegas ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda Kabupaten Kuningan dari bahaya narkoba.

    Atas perbuatannya, para tersangka tindak pidana sabu dijerat Pasal 114 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU No. 1 Tahun 2026 dan/atau Pasal 609 Ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 jo UU No. 1 Tahun 2026 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Untuk tersangka psikotropika dijerat Pasal 62 UU No. 5 Tahun 1997 dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara, sedangkan tersangka obat keras dijerat Pasal 435 dan/atau 436 UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

    Secara keseluruhan sejak Januari hingga September 2026, Satresnarkoba Polres Kuningan telah menangani total 50 Laporan Polisi (LP) dengan 70 tersangka, di mana 32 LP (43 tersangka) telah dinyatakan P21, 1 LP diselesaikan melalui Restorative Justice, dan 17 LP (26 tersangka) masih dalam proses penyidikan.